Desa Tandeallo adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene,Provinsi Sulawesi Barat. Desa ini memiliki sejarah yang cukup panjang, terkait dengan perkembangan wilayah Majene dan Sulawesi Barat pada umumnya. Desa Tandeallo awalnya dihuni oleh masyarakat suku Mandar yang merupakan salah satu suku besar di Sulawesi Barat. Masyarakat Mandar terkenal sebagai pelaut ulung dan memiliki budaya maritim yang kuat. Wilayah ini pada awalnya merupakan bagian dari kerajaan-kerajaan kecil yang ada di sekitar Teluk Mandar. Pada masa penjajahan Belanda,wilayah Majene, termasuk Tandeallo, berada di bawah kontrol kolonial. Selama masa ini, Belanda berusaha mengendalikan sumber daya dan jalur perdagangan yang strategis di wilayah Mandar.
Namun,masyarakat setempat sering melakukan perlawanan terhadap penjajahan, yang menyebabkanhubungan yang tegang antara pemerintah kolonial dan penduduk lokal.Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, wilayah ini menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi.
Dalam perkembangan pemerintahan di Indonesia, pada tahun 1960-an, Majene ditetapkan sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan. Desa Tandeallo kemudian menjadi salah satu desa di KecamatanUlumanda, yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Majene.
Pada tahun 2004, Sulawesi Barat resmi menjadi provinsi tersendiri, terpisah dari Sulawesi Selatan. Sejak saat itu, Desa Tandeallo berada di bawah naungan Provinsi Sulawesi Barat.
Pembentukan provinsi ini memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah, termasuk dalam hal infrastruktur dan pendidikan di desa-desa terpencil seperti Tandeallo.